Monday, September 3, 2007

Kisah Seorang Sultan & Seorang Syekh

Suatu hari Sultan Mahmud dari Kerajaan Ghazna di Asia Tengah pergi mengunjungi Syekh Abdul Hasan yang terkenal di Samarkand. Saat utusan Sultan menyampaikan pesan dari
Sultan kepada Syekh untuk keluar menemui sultan, Syekh Abdul Hasan menjawab, "Saya menyesal tidak dapat menemui raja di bumi, karena sangat terpikat melaksanakan perintah Maha Raja Yang Agung yang bertahta di atas langit."

Mendengar laporan utusannya, Sultan berkata, "Berarti kita yang harus menghadapnya."
Sultan datang sendiri ke tempat Syekh dan segera memberi salam kepadanya. Syekh menjawab salam Sultan tapi tidak menoleh atau berkata apapun, tetap diam dalam duduknya. Sultan pun kemudian berkata, "Berilah aku beberapa nasehat."

Syekh berkata, "Bebaskan dirimu dari minuman yang memabukkan, perbanyak shalat di masjid, jadilah dermawan dan sayangilah rakyatmu."
Kemudian Sultan memohon untuk dido'akan. Sultan meletakkan pundi-pundi uang di depan Syekh, tetapi Syekh hanya memberinya sepotong roti gandum yang kasar.

Sultan pun memakannya, tetapi susah ditelan karena kasar dan kering. Syekh segera berkata, "Roti telah menyumbat tenggorokanmu sebagaimana uang yang engkau berikan, akan menyumbat tenggorokanku. Ambil kembali uang ini dan bagikan kepada rakyatmu."


Bagi seorang hamba yang selalu ingin dekat dengan Allah SWT dan hanya mengharapkan kehidupan abadi di akhirat, maka harta dunia hanyalah minuman yang memabukkan yang tidak berarti apa-apa selain menjerumuskan. Berhati-hatilah terhadap harta.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License

.

No comments: